Author: Dunia Purple
•1:17 AM
Sistem Endokrin



fungsi tubuh diatur oleh 2 sistem pengatur utama yaitu sistem saraf dan sistem hormonal ( sistem endokrin). pada umumnya, sistem hormonal terutama berhubungan dengan pengaturan berbagai fungsi metabolisme tubuh, mengatur kecepatan reaksi kimia di dalam sel atau transpor zat0zat melalui membran sel atau aspek-aspek metabolisme sel lainnya seperti pertumbuhan dan sekresi

Sifat Hormon

1. suatu hormon merupakan zat kimia yang disekresi dalam cairan tubuh oleh suatu sel atau kelompok sel dan menimbulkan efek pengaturan fisiologis pada sel-sel tubuh lainnya.
2. hormon terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

  • Hormon lokal
  • Hormon Umum
Mekanisme Kerja Hormon

    Berbagai hormon berfungsi mengatur tingkat aktivitas jaringan sasaran. untuk memberikan fungsi pengaturan ini, mereka dapat mengubah reaksi-reaksi kimia dalam sel, mengubah permeabilitas membran sel terhadap zat-zat khusus atau mengaktifkan beberapa mekanisme sel spesifik lainnya. berbagai hormon melakukan efek ini dalam banyak cara. akan tetapi, dua mekanisme umum yang pening dengan banyak hormon berfungsi adalah:

  1. pengaktifan sistem AMP siklik sel yang selanjutnya menimbulkan fungsi sel tertentu
  2. pengaktifan gen sel yang menyebabkan fungsi sel tertentu
Kelenjar Pada Sistem Hormon


  1. Kelenjar Hipofisis Anterior Posterior
  2. Kelenjar Thyroid
  3. 4 Kelenjar Parathyroid
  4. 2 Kelenjar Adreal
  5. Pulau Langerhans
  6. 2 Ovarium
  7. 2 Testis
  8. Kelenjar Pineal
  9. Kelenjar Timus
1. Kelenjar Hipofisis Anterior Posterior

Merupakan kelenjar kecil, garis tengahnya kurang dari 1 cm dan beratnya sekitar 05 sampai 1 gram yang terletak dalam sel la tursica pada basis otak dan dihubungkan dengan hipotalamus oleh tungkai pituitaria atau infundibulum hipotalami.

Pembagian hormon hipofisis
secara fisiologis dibagi dalam dua bagian:
a. hipofisis anterior juga dikenal sebagai adehipofisis
sekresi hipofisis anterior diatur oleh hormon yang dinamakn " releasing" dan "inhibitory hormones ("factor") hipotalamus" yang sekresi dalam hipotalamus sendiri dan kemudian dihantarkan ke hipofisis anterior melalui pembuluh darah kecil yang dinamakan pembuluh portal hipotalamik-hipofisial. kelenjar hipofisis anterior terdiri atas beberapa jenis sel. pada umumnya, terdapat suatu jenis sel untuk setiap jenis hormon yang dibentuk pada kelenjar ini dengan teknik perawatan khusus, berbagai jenis sel ini dapat dibedakan satu sama lain. satu-satunya kemungkinan pengecualiannya adalah sel dari jenis yang sama mungkin menyekresi hormon luteinisasi dan hormon perangsang folikel

b. hipofisis posterior, juga dikanal sbagai neurohipofisis sekresi hipofisis posterior diatur olah serabut saraf yang berasal dari hipotalamus dan berakhir pada hipofisis posterior. kelenjar hipofisis posterior juga dinamakan neurohipofisis, terutama terdiri atas sel-sel seperti sel gila yang dinamakan pituisit.  akan tetapi pituisit tidak menyekresi hormon, mereka bekerja sebagai struktur penyokong untuk serabut saraf terminal yang jumlahnya banyak dan ujung-ujung saraf terminal dari traktus saraf yang berasal dari nuklei supraoptikus dan paraventikularis hipotalamus. traktus-traktus ini berjalan ke neurophipofisis melalui infundubulum hipotami. ujung-ujung saraf merupakan tombol - tombol bulosa yang terletak pada permuikaan kapiler, tempat mereka menyekresi hormon-hormon hipofisis posterior:

2. Kelenjar Thyroid
   Kelenjar tiroid terdiri dari dua lobus lateral yang dihbungkan melalui sebuah ismus yang sempit. Organ terletak di atas permukaan anterior kartilago tiroid trakea, tepat di bawah laring
 Pembagian dan Pelepasan
Kelenjar tiroid mensekresi dua jenis hormon, yaitu:

  • tiroksin atau tetraisotironin , 90 % dari seluruh sekresi kelenjar tiroid
  • triidotironin, sekresi dalam jumlaj kecil.
efek fisiologis hormon tiroid

  • hormon ini meningkatkan laju metabolik hampir semua jenis sel tubuh dengan menstimulasi komsumsi oksigen dan memperbesar pengeluaran energi, terutama dalam bentuk panas
  • pertumbuhan dan maturasi normal tulang dan gigi, jaringan ikat serta jaringan syaraf.
abnormalitas sekresi

  • hipotiroidisme, mengakibatkan penurunan aktivitas metabolik, konstipasi, litargi, reaksi metal lambat dan meningkatkan simpanan lemak pada anak kecil mengakibatkan retardasi mental
  • hipertiroidisme, mengakibatkan aktivitas metabolik meningkat. berat badan turun, gelisah, themor, diare, frekuensi jantung meningkat. jika hipertiroidisme berlebihan dapat mengakibatkan goiter eksoftalmik dengan gejala berupa pembengkakan jaringan di bawah kantong mata, sehingga bola mata menonjol.
3. Kelenjar Parathyroid

 Kelenjar paratiroid adalah 4 organ kecil yang masing-masing berukuran sebesar biji apel, terletak pada permukaan posterior kelenjar tiroid dan dipisahkan dari kelenjar tiroid oleh kapsul jaringan ikat. selama bertahun-tahun telah diketahui bahwa peningkatan aktifitas kelenjar paratiroid menyebabkan absorpsi garam-garam kalsium yang cepat dari tulang dengan akibat hiperkalsemia pada cairan ekstrasel, sebaliknya hipofungsi kelenjar paratiroid menyebabkan hipokalsemia, sering dengan akibat tetani. hormon paratiroid juga penting pada metabolisme fosfat serta metabolisme kalsium.

analogi fisiologi kelenjar paratiroid

dalam keadaan normal terdapat 4 kelenjar paratiroid pada manusia, kelenjar ini terdapat tepat dibelakang tiap katub atas dan dibelakang katub bawah setiap kelenjar tirois. Setiap kelenjar paratiroid kira-kira panjang 6 mm, lebar 3 mm, dan tebalnya 2 mm dan mempunyai gambaran makroskopik lemak coklat tua; oleh karena itu kelenjar paratiroid sukar itentuklan tempatnya.

efek fisiologis

paratiroid mengendalikan keseimbangan kalsium dan fostat dalam tubuh melalui peningkatan kadar fosfat arah.

  • ion kalsium sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, koagulasi darah, kontraksi otot, permeabilitas membran sel dan kemampuan eksitabilitas neuromuskular yang normal
  • ion fostat sangat penting untuk metabolisme selluler, sistem buffer asam basa tubuh, juga sebagai komponen nukleotida dan membran sel 

abnormalitas sekresi

  • hipersekresi : penyebab hiperperatiroidisme biasanya adalah tumor dari salah satu kelenjar paratiroid. pada  hiperperatiroidisme  terjadi aktifitas osteoklasitk yang hebat pada tulang dan hal ini meningkatkan konnsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstrasel sedangkan biasanya terjasi sedikit penurunan konsentrasi ion fosfat kerena peningkatan fosfat oleh ginjal.
  • hiposekresi  : bila kelenjar paratiroid tidak mensekresi hormon paratiroid dalam jumlah cukup, osteoklast  tulang hampir tidak aktif sama sekali. sebagai akibatnya reabsorbsi tulang demikian tertekan sehingga kadar kalsium dalam cairan tubuh berkurang
  • rickets terutama pada anak-anak sebagai akibat defisiensi kalsium atau fostat dalam cairan ekstrasel. biasanya rickets disebabkan karena kekurangan vitamin D bukan karena kekurangan kalsium atau fosfor dalam diet.

4. Kelenjar Kalsitonim
Kira-kira 20tahun yang lalu di temukan suatu hormon baru yang mempunyai efek pada kalsium darah yang berlawanan dengan efek hormon paratiroid yang ditemukan pada beberapa binatang rendah dan mula-mula diduga disekresi oleh kelenjar paratiroid. hormon ini diberi nama kalsitonin karena ia menurunkan konsentrasi ion kalsium darah. segera setelah ditemukan diketahui bahwa pada manusia  ia disekresi tidak oleh kelenjar paratiroid tetapi oleh sel parafolikular atau sel :C" dalam interstisium kelenjar tiroid. untak alasan itu ia juga dinamai terikalsitonin
 kalsitonin mengurangi konsentrasi kalsium plasma dalam tiga cara:

  1. efek segera untuk mengurangi aktifitas osteoklast
  2. efek kedua, yang dapat dilihat sekitar satu jam, adalah peningkatan aktifitas osteoblastik
  3. efek ketiga, dan terlama kalsitonin adalah mencagah pembentukan osteoklast baru dari sel osteoprogenitor
absorbsi kalsium dan fosfat

kalsium sukar diabsorbsi dari saluran pencernaan karena banyak senyawanya relatif kurang larut dan juga karena kation bivalen sukar diabsorbsi dengan baik setiap waktu kecuali bila terdapat kalsium berlebihan dalam diet; kalsium cenderung membentuk senyawa kalsium fosfat yang hampir tidak larut sehingga sukar diabsorpsi dan dibuang melalui usus untuk dieksresikan ke fase

vitamin D dan peranannya pada absorbpsi kalsium

vitamin D mempunyai efek kuat dalam meningkatkan absorpsi kalsium dari saluran pencernaan; ia juga mempunyai efek penting pada pengendapan tulang dan reabsorpsi tulang. akan tetapi vitamin D sendiri bukan merupakan zat aktif yang sebenarnya menyebabkan efek-efek ini. sebagai gantinya vitamin D pertama kali harus di ubah melalui serangkaian reaksi.

5. Kelenjar Adrenal
 adalah dua masa tringular pipih berwarna kuning yang terutama pada jaringan adiposa. organ ini berada dikatub atas ginjal.
Hormon yang dihasilkan adalah:
a. Hormon Medular, yang disekresi oleh kromatin medula adrenal untuk merespon stimulus preganglion simpatis. hormon ini antara lain adalah takekolamin, epineprint dan norepineprint. Secara keseluruhan fungsi hormon ini adalah untuk mempersiapkan tubuh terhadap altifitas disik yang merespon stress, kegembiraan, cedera, latuhan dan penurunan kadar gula darah
b. hormon kortikal adrenal. kelenjar adrenal terletak pada kutub superior kedua ginjal, masing-masing terdiri atas dua bagian medula adrenal dan karteks adrenal.

abnormalitas hormone
a. hipoadrenalisme - penyakit addison
penyakit ini akibat dari kegagalan korteks adrenal menghasilkan hormon-hormon korteks adrenal dan hal lain selanjutnya paling sering disebabkan oleh atrofi primer korteks adrenal, mungkin akibat aituimunitas terhadap korteks tetapi sering juga oleh kerusakan tuberkulois pada kelenjar adrenal atau invasi korteks adrenal oleh kanker.

b. hiperadrenalisme - penyakit cushing
 hipersekresi korteks adrenal menyebabkan kompleks efek hormonal yang dinamakan penyakit cushing. ia akibat tumor salah satu korteks adrenal yang mendekresi kortisol atau hiperplasia umum korteks adrenal. hiperplasia selanjutnya disebabkan oleh peningkatan sekresi ACTH oleh hipofisis anterior. Sedangkan besar kelainan sindroma cushing dihubungkan dengan jumlah kartisol yang abnormal, tetapi sekresi androgen juga bermakna
Sifat khas sindroma Cushing adalah mobilisasi lemak dari bagian bawah tubuh dengan pengendapan lemak ekstra bersamaan pada daerah toraks yang menimbulkan apa yang dinamakan badan "sapi". sekresi steroid yang berlebihan juga mengakibatkan wajah yang tampak edema serta potensi endrogenik beberapa hormon menyebabkan jerawat dan hirsutisme ( pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan). penampilan wajah total sering dikatakan sebagai muka bulan ( moon face)

6. pankreas endokrin
Sel endokrin dapat ditemukan dalam pulau lengerhans, yaitu kumpulan sel kecil yang tersebar diseluruh sel organ. Ada 4 jenis sel penghasil hormon yang terindentifikasi dalam pulau-pulau tersebut yaitu, :
a. sel alfa, mensekresi glukagon yang meningkatkan kadar gula darah
b. sel beta, mensekresi insulin yang menurunkan kadar gula darah
c. sel delta, mensekresi somatostatin atau hormon penghalang hormon pertumbuhan yang menghambat sekresi glukagon dan insulin
d. sel F, mensekresi polipotida pankreas, sejenis hormon pencernaan untuk fungsi yang tidak jelas, yang dilepaskan setelah makan.

 7. Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal terbentuk dari jaringan syaraf dan terletak dilangit-langit ventrikel ketiga otak. kelenjar ini terdiri dari pinealosit dan sel neuroglia penopang. Hormon yang di sekresi melatonin yang memiliki beberapa efek, yaitu:

  •  pada binatang percobaab mempengaruhi fungsi endokrin kelenjar tiroid, kortek adrenal dan gonad serta mempengaruhi perilaku perkawinan mereka.
  • pada manusia sepertinya memiliki efek inhibisi terhadap pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melamin dan melanosit dikulit 
8. Kelenjar Timus
 faktor yang diproduksi oleh kelenjar ini adalah meliputi enam peptida, yang secara kolektif disebut timosin. Fungsi dari timosin adalah:

  • mengendalikan perkembangan sistem imun dependen timus dengan menstiulasi difeerensiasi dan proliferasi sel limfosit T
  • mungkin berperan dalam penyakit immuno defisiensi  kongenital.



This entry was posted on 1:17 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: