Author: Dunia Purple
•3:40 AM
TEMPAT YANG PALING LEMBAB DI BUMI


Tiga daerah yang paling lembab di bumi adalah di Kolombia, Selandia Baru dan India. Cuaca di Kolombia sangat lembab, dengan curah hujan tiap tahunnya mencapai kurang lebih 11.000 mm. Pada bulan Juli 1861. di Cherrapunji, India, pernah terjadi hujan terus menerus selama sebulan dengan curah hujan mencapai 9.300 mm. Selain itu, daerah pegunungan di hawai juga pernah  memiliki rekor turun hujan sebanyak 350 hari dalam setahun. Dan pulau di Selatan Selandia Baru, di sekitar perairan Australia, yang beriklim hutan hujan tropis, bahkan memiliki rekor  curah hujan di atas 15.000 mml
^_^
Author: Dunia Purple
•11:49 AM


butuh suatu ruang tuk berteriak
melepaskan semuanya
melupakan semuanya

*penyesalan yang tak berujung
Author: Dunia Purple
•6:04 PM


Bola Basket
a.      Sejarah Bola Basket
Cina menjadi salah satu sasaran pengembangan olahraga basket oleh YMCA. Diutuslah Bob Baily ke Tientsien (1894) guna memperkenalkan olahraga baru ini. Sejak itu, Cina mulai memainkan olahraga ini. Selain Cina, negara Asia lain yang dijamah permainan basket untuk kesempatan pertama adalah Jepang (1900) dan Filipina (1900).
            Pada tahun 1920-an, gelombang perantau-perantau dari Cina masuk ke Indonesia. Mereka pun membawa permainan basket yang sudah dua dasawarsa dikembangkan di sana.           Di sekolah-sekolah Tionghoa itu, bola basket menjadi salah satu olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran juga jika pebasket-pebasket yang menonjol penampilannya berasal dari kalangan ini.
            Pada era 1930-an perkumpulan-perkumpulan basket mulai terbentuk.Di Semarang misalnya. Pada tahun 1930 sudah ada perkumpulan seperti Chinese English School, Tionghwa Hwee, Fe Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui (Sahabat).        Usai Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota yang menjadi basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga Nasional) I (1948) di Solo, bola basket dimainkan untuk pertama kali di level nasional. Pada tahun 1951 saat pergelaran PON II, basket sudah dimainkan untuk putra dan putri. Regu yang dikirim tidak lagi mewakili Karesidenan melainkan sudah mewakili Provinsi. Regu-regu dari Jatim, DKI Jakarta, Jabar, dan Sumatra Utara adalah kekuatan-kekuatan terkemuka di pentas PON.
            Atas prakarsa kedua tokoh itu maka pada 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi dengan nama "Persatuan Basketball Seluruh Indonesia". Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Nama itu adalah "Persatuan Bola Basket seluruh Indonesia" disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi yang pertama adalah Tonny Wen sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris.
Tidak Mau Bergabung Dengan terbentuknya Perbasi, apakah perkembangan basket Indonesia bertambah pesat? Ternyata tidak. Tantangan pertama datang dari perkumpulan Tionghoa yang tidak bersedia bergabung karena telah memiliki perkumpulan tersendiri.
            Untuk memecahkan masalah tersebut, pada tahun 1955 Perbasi menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung. Konferensi ini dihadiri utusan-utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Bandung.
            Keputusan terpenting Konferensi ini adalah Perbasi merupakan satu- satunya organisasi induk olahraga basket di Indonesia. Istilah-istilah untuk perkumpulan-perkumpulan basket Tionghoa tidak diakui lagi. Konferensi ini juga mempersiapkan penyelenggaraan Kongres I Perbasi.
            Perbasi diterima menjadi anggota FIBA pada tahun 1953. Setahun kemudian, 1954, Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan regu basket di Asian Games Manila.

b.      Gambar Lapangan Bola basket

Lapangan bola basket adalah berbentuk empat persegi panjang.  Bagian-bagian lapangan bola basket adalah lapangan utama, daerah tembakan hukuman, papan pantul, penyangga dan keranjang. Untuk kelengkapan permianan, ukuran bola basket pun ditentukan.
  1. Lapangan Bola  Basket: 28 meter x 15 meter. Ukuran ini      dihitung dari batas garis sebelah dalam. Di bagian tengah lapangan, terdapat lingkaran dengan jari-jari 1,80 meter.
  2. Garis Tembakan Hukuman. Garis tembakan ini berada di daerah bersyarat.
  3. Papan pantul. terbuat dari kayu atau bahan lain yang sifatnya sama, tebal papan ini 3 cm.  Ukuran papan pantul 1,80 meter x 1,20 meter. Di tengah papan pantul terdapat garis bingkai empat persegi panjang dengan ukuran 0,59 meter x 0,45 meter.
  4. Tiang penyangga atau simpei terbuat dari besi dengan garis tengah 20 mm. Simpei berdiri dengan ketinggian dari atas lantai 3,03 meter.
  5. Bola Basket. Bola basket terbuat dari karet dan dilapisi bahan sintetis. Keliling bola antara 75 cm s.d. 78 cm, dan beratnya antara 600 gram s.d. 650 gram. Ketentuan standar bola dan ketika berisi udara adalah bila dipantulkan lantai yang keras dari tempat ketinggian 1,80 meter-bola akan memantul setinggi antara 1,20 meter s.d. 1,40 meter.
c.       Teknik dasar permainan bola basket
Ada babarapa teknik dasar dalam permainan olahraga bola basket diantaranya sebagai berikut:
1. Passing dan Catching
Passing berarti mengoper, sedangkan catching artinya menangkap. Setiap pemula harus belajar mengenai cara mengoper dan menangkap bola dengan temannya. Dalam passing terdapat bberapa teknik antara lain :
2. Dribbling (menggiring bola)
Prinsip dalam mengajarkan teknik dribble antara lain:
•    Kontrol pada jari-jari tangan 
•    Mempertahankan tubuh tetap rendah 
•    Kepala tegak
•    Melatih kedua tangan agar sama-sama memiliki dribble yang bagus 
•    Lindungi bola (protect the ball)
3. Shooting (menembak bola ke arah keranjang)
4. Cara berputar (Pivot)
            Pivot adalah gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki sebagai poros putaran (setelah kita menerima bola). Ada tiga alternatif gerakan yang bisa dilakukan:
a.       Pivot kemudian dribble (membawa bola)
b.      Pivot kemudian passing (melempar bola)
c.       Pivot kemudian shooting (menembakan bola)
5. Jump stop
Jump stop merupakan sebuah gerak berhenti terkendali dan dengan menggunakan dua kaki. Jump stop bisa digunakan pemain penyerang untuk memantapkan kaki yang akan dipakai untuk pivot (poros), menghindari traveling, dan mempertahankan keseimbangan tubuh dengan baik.
6. Rebound
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat rebound yaitu make contact, box out, dan jump to the ball. Dalam era basket modern sekarang ini diperlukan gerakan rebound dalam suatu pertandingan. Apabila sebuah tim tidak mempunyai keinginan untuk melakukan defensive rebound maupun offensive rebound, dapat dipastikan tim itu akan kehilangan banyak kesempatan kedua untuk melakukan score pada saat pertandingan.


Bola Voli
a.   Sejarah Bola Voli
Permainan bola voli  diciptakan oleh William B Morgan pada tahun 1895 di Holyoke (Amerika bagian timur). William B Morgan adalah seorang pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christain Association (MCA).
Permainan bola voli di Amerika sangat cepat perkembangannya, sehingga tahun 1933 YMCA mengadakan kejuaraan bola voli  nasional.
Kemudian permainan bola voli  ini menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1974 pertama kali bola voli  dipertandingkan di Polandia dengan peserta yang cukup banyak. Maka pada tahun 1984 didirikan Federasi Bola Voli  Internasional atau Internationnal Voli  Ball Federation (IVBF) yang waktu itu beranggotakan 15 negara dan berkedudukan di Paris.

Permainan bola voli  sangat cepat perkembangannya, antar lain disebabkan oleh :
1.      Permainan bola voli  tidak memerlukan lapangan yang luas.
2.      Mudah dimainkan.
3.      Alat-alat yang digunakan untuk bermain sangat sederhana.
4.      Permainan ini sangat menyenangkan.
5.      Kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat kecil.
6.      Dapat dimainkan di alam bebas maupun di ruang tertutup.
7.      Dapat di mainkan banyak orang

Permainan bola voli  masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda (sesudah tahun 1928). Perkembangan permainan bola voli  di Indodesia sangat cepat. Hal ini terbukti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952 di jakarta. Sampai sekarang  permainanbola voli  termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan.

Pada tahun 1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli  Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W. J. Latumenten. Setelah adanya induk organisasi bola voli  ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955 diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta.


1.    Lapangan dan Ukurannya

Lapangan permainan bola voli  berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, semua garis batas lapangan, garis tengah, garis daerah serang adalah 3 m (daerah depan). Garis batas itu diberi tanda batas dengan menggunakan tali, kayu, cat/kapur, kertas yang lebarnya tidak lebih dari 5 cm. lapangan permainan bola voli  terbagi menjadi dua bagian sama besar yang masing-masing luasnya 9 x 9 meter. Di tengah lapangan dibatasi garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian sama besar. Masing-masing lapangan terdiri dari atas daerah serang dan daerah pertahanan.
Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh garis tengah lapangan dengan garis serang yang luasnya 9 x 3 meter.

2.    Daerah Servise
Daerah service adalah daerah selebar 9 meter di belakang setiap garis akhir. Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping.

3.    Jaring (Net)
Jaring untuk permainan bola voli  berukuran tidak lebih dari 9,50 meter dan lebar tidak lebih dari 1,00 meter dengan petak-petak atau mata jaring berukuran 10 x 10 cm, tinggi net untuk putra 2,43 meter dan untuk putri 2,24 meter, tepian atas terdapat pita putih selebar 5 cm.
4.    Antene Rod
Di dalam pertandingan permainan bola voli  yang sifatnya nasional maupun internasional, di atas batas samping jaring dipasang  tongkat atau rod yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jaring atau bibir net.
5.    Bola
Bola harus bulat terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang bagian dalamnya dari karet atau bahan yang sejenis. Warna bola harus satu warna atau kombinasi dari beberapa warna. Bahan kulit sintetis dan kombinasi warna pada bola dipergunakan pada pertandingan resmi internasional harus sesuai dengan standar FIVB.
6.    Pemain
Jumlah pemain dalam lapangan permainan sebanyak 6 orang setiap regu dan ditambah 5 orang sebagai pemain cadangan dan satu orang pemain libero. Satu tim maksimal terdiri dari 12 pemain, saru coach, satu sistem coach, satu trainer, dan satu dokter medis, kecuali libero, satu dari para pemain adalah kapten tim, dia harus diberi tanda dalam score sheet.

c. Teknik dasar Permainan bola voli
Teknik adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu peraktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang olahraga (khususnya cabang permainan bola voli ).
beberapa teknik dasar permainan bola voli adalah sebagai berikut:

1.    Teknik Penguasaan Bola
Untuk dapat menguasai bola secara maksimal dan sempurna seorang pemain setidaknya harus memiliki kemampuan-kemampuan seperti mampu melakukan passing atas secara baik dan benar dari teknik dasar ini tidak diabaikan dan harus dilatih dengn baik, seseorang harus mengerti dan benar-benar dapat menguasai teknik penguasaan bola  dengan baik dan terus menerus

2.    Passing Bawah
Passing bawah biasanya dipergunakan oleh para pemain jika bola datangnya rendah, baik untuk dioperkan kepada teman seregunya maupun untuk dikembalikan ke lapangan lawan melewati atas jaring atau net.
3    Passing Atas
Passing atas atau passing tangan atas adalah cara pengambilan bola atau mengoper dari atas kepala dengan jari-jari tangan. Bola yang datang dari atas diambil dengan jari-jari tangan di atas, agak di depan kepala
4.    Service Bawah
Service bawah adalah cara melakukan pukulan permukaan dari petak service dengan memukul bola dengan tangan dari bawah sebagai usaha menghidupkan bola dalam permainan
5.    Service Atas
Service atas adalah cara melakukan pukulan permulaan dari bawah service dengan memukul bola dari atas kepala sebagai usaha menghidupkan bola ke dalam permainan
Servise atas banyak variasinya, bola dapat dilambungkan dengan satu tangan atau dua tangan, tinggi lambungan bola tergantung dari maksud pukulan dan kesenangan pribadi pemain. Namun pada prinsipnya harus diusahakan agar bola dilambungkan sedemikian rupa tingginya, sehingga seluruh rangkaian gerakan memukul menjadi satu gerakan yang tidak terputus-putus.
6.    Service Samping
Service samping adalah melakukan pukulan permulaan dari daerah service dengan sikap berdiri menyamping dan berat badan berada di kaki kanan (bagi yang tidak kidal), telapak tangan menghadap ke. Adapun pelaksanaan service samping adalah service berdiri menyamping dengan tubuh bagian kiri lebih dekat dengan jaring (bagi yang tidak kidal) kedua tanga bersama-sama memegang bola. Pada saat bola akan dilambungkan, maka badan diliukkan ke belakang dan lutut ditekuk. Kedua tangan dijulurkan ke samping kanan, begitu bola lepas dari tangan, maka tangan ditarik kesamping kanan bawah, berat badan berada di kaki kanan, telapak tangan menghadap ke atas, pukulan tangan pada bola dibantu dengan liukan badan, lecutan lengan dan gerakan pergelangn tangan sehingga bola setelah dipukul melambung dengan keras dan topspin.
7.    Service Lompat
Service lompat adalah cara melakukan pukulan permulaan di daerah service dengan melompat setelah bola dilambungkan dengan satu tangan atau dua

8.    Smash (Spike)
Smesh atau spike adalah gerakan memukul bola yang dilakukan dengan kuat dan keras serta jalannya bola cepat, tajam dan menukik serta sulit diterima lawan apabila pukulan itu dilakukan dengan cepat dan tepat .Pemain yang pandai melakukan smash atau dengan istilah smasher harus memiliki kelincahan, daya ledak, timing yang tepat dan mempunyai kemampuan memukul bola yang sempurna. Pemain bola voli  akan dapat melakukan berbagai variasi smash apabila pemain tersebut menguasai teknik dasar smash secara baik dan benar.
9.    Membendung
Membendung (Bloking) adalah bentuk gerakan seseorang atau beberapa orang pemain yang berada didekat net/pemain depan Tujuan untuk menutupi atau membendung datangnya bola dari lapangan lawan, caranya dengan menjulurkan kedua tangan ke atas dengan ketinggian yang kanan lebih tinggi dari tepian atau bibir net.

Sepak Bola
a.      Sejarah Sepak Bola
Permainan sepak bola awal mulanya berasal dari negeri Tiongkok pada masa negara-negara berperang. Pada awal perkembangannya, permainan belum banyak mengenal peraturan permainan. Peraturan yang ada saat itu yaitu bola tidak boleh disentuh dengan tangan dan tim yang menang adalah tim yang paling banyak memasukkan bola ke dalam lubang jaring atau gawang.
Selanjutnya di Italia dan Inggris, sepak bola mulai berkembang. Pada tahun 1863 merupakan tonggak sejarah perkembangan sepak bola modern. Peraturan permainan sudah mulai diterapkan dalam olahraga sepak bola, diantaranya adanya wasit dan pembatasan luas lapangan dan jumlah pemain.
Perkembangan sepak bola di Indonesia dikenalkan oleh seorang bernama Soeratin pada tahun 1928. Selanjutnya olahraga berkembang pesat dengan adanya beberapa kompetisi di tanah air.
Induk organisasi sepak bola se-Indonesia adalah PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia).

  
b.      Gambar dan  Ukuran Lapangan Sepak Bola

Keterangan :
Panjang                       : 100 – 110 m
Lebar                           : 64 – 75 m
Daerah gawang          : 18,32 x 5,5 m
Daerah penalty           : 40,39 x 16,5 m
Jari-jari lingkaran tengah        : 9,15 m
Jari-jari lingkaran sudut lapangan : 1 m
Jarak titik penalty dengan garis gawang : 11m
Jarak titik penalty dengan garis
lengkung yang menempel area penalty: 9,15 m
Ukuran gawang          : 7,32 x 2,44 m

c.       Teknik dasar Permainan Sepak Bola
Untuk dapat bermain sepak bola dengan baik, kita harus menguasai teknik dasar permainan sepak bola, yaitu menendang, menahan, menggiring, dan menyundul bola. Pada bab ini hanya dibahas tentang teknik menendang dan menahan bola.
a.    Teknik Menendang Bola
1)    Menendang Bola dengan Kaki Bagian Dalam
2)    Menendang Bola dengan Kaki Bagian Luar
3)    Menendang Bola dengan Punggung Kaki
b.    Teknik Menahan/Mengontrol Bola
1)    Menahan Bola dengan Kaki Bagian Dalam
2)    Menahan Bola dengan Kaki Bagian Luar
3)    Menahan Bola dengan Punggung Kaki
4)    Menahan Bola dengan Telapak Kaki
5)    Menahan Bola dengan Dada
6)    Menahan Bola dengan Paha
c)    Teknik Menggiring Bola
Menggiring adalah salah satu unsur yang menarik dari sepak bola. Beberapa pemain yang memiliki kemampuan menggiring bola luar biasa akan lebih dikenal oleh banyak orang.
Pada dasarnya tujuan menggiring bola adalah meneruskan bola dari satu bagian lapangan ke bagian lapangan lainnya tanpa bantuan teman. Bola digerakkan ke berbagai arah dengan sentuhan lembut supaya menghasilkan suatu irama yang harmonis antara pemain dengan bola.
Menggiring dapat digunakan sekaligus untuk memindahkan bola ke daerah yang lebih menguntungkan dan untuk mengecoh atau menghindari lawan.
Adapun teknik menggiring bola ada 3, yaitu:
1)     Menggiring bola dengan kaki bagian dalam
2)     Menggiring bola dengan kaki bagian luar
3)     Menggiring bola dengan punggung kaki
d)   Teknik Menyundul Bola
Menyundul atau menggunakan kepala untuk mendorong dan mengarahkan bola, merupakan keterampilan khusus dalam sepakbola. Menyundul adalah suatu teknik yang perlu dipelajari karena teknik ini dapat digunakan untuk mengoper bola ke teman dan untuk menciptakan gol.

Atletik
a.      Sejarah Atletik
Awal sejarah Atletik di Indonesia tercatat pada permulaan tahun 1930-an, ketika Pemerintah Hindia Belanda memasukkan Atletik sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah. Di kalangan masyarakat pada waktu itu cabang olahraga ini belum tersebar luas, karena hanya dikenal di lingkungan pendidikan saja. Walaupun demikian, masyarakat lambat laun mengenal sifat dan manfaat Atletik ini dan dari hari ke hari penggemarnya bertambah.
Oleh kalangan Belanda telah dibentuk sebuah organisasi, yang akan menangani penyelenggaraan pertandingan-pertandingan Atletik dengan nama Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU).
Di Medan pada tahun 1930 - an juga telah berdiri sebuah Organisasi bernama Sumatera Athletiek Bond (SAB), yang menyelenggarakan perlombaan-perlombaan Atletik antar sekolah Mulo, HBS dan perguruan-perguruan swasta.
Perkembangan Atletik di Pulau Jawa ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi Atletik seperti ISSV Hellas dan IAC di Jakarta, PAS di Surabaya dan ABA di Surakarta.
Dalam mengikuti sejarah pertumbuhan dan perkembangan Atletik diperoleh kesimpulan bahwa Atletik Indonesia masih berumur setahun jagung. Akan tetapi berkat perananan NIAU pada zaman Belanda telah tampil bintang-bintang Atletik Indonesia yang dapat diandalkan, seperti Effendi Saleh, Tomasoa, Mochtar Saleh, M. Murbambang, Harun Al Rasyid, Mohd. Abdulah dan F.G.E. Rorimpandey.
Dengan mencapai loncatan setinggi 1,86 m, Harun Al Rasyid berhasil mencetak prestasi yang mengagumkan, sedang Nur Bambang dengan kecepatan 10.8 detik dalam lari 100 m mengukir prestasi terbaik di Indonesia.
Baik hasil yang telah dicapai oleh Harun Al Rasyid maupun hasil Nurbambang baru belasan dan puluhan tahun dapat diperbaiki oleh atlet-atlet Indonesia. Selama pendudukan Jepang kegiatan cabang olahraga Atletik praktis terhenti. Dengan terbentuknya Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) pada awal tahun 1946, bagian Atletik dalam PORI segera menghidupkan kegiatan cabang olahraga menuju perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia yang baru merdeka.
Usaha nyata dibuktikan dengan terbentuknya Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Kegiatan pertama tercatat pada akhir tahun 1950 juga dengan mengadakan perlombaan Atletik di Bandung.
Perlombaan tersebut sekaligus dimaksudkan sebagai persiapan atlet-atlet Indonesia menghadapi Asian Games I pada tahun 1951 di New Delhi. Organisasi Induk PASI telah diterima sebagai anggota Atletik Internasional (IAAF).

b.      Gambar  lapangan  dan lintasan atletik


Lompat Jauh
a.      Sejarah Lompat Jauh
Sejarah permulaan acara lompat jauh dapat dikesan seawall tahun 708 Sebelum Masihi iaitu dalam Sukan Olimpik Kuno di Greece.Menurut catatan tersebut, lompatan sejauh 7.05 meter telah dibuat oleh Chionis, peserta Sparta. Apabila Sukan Olimpik Moden dihidupkan pada tahun 1896, lompat jauh termasuk sebagai salah satu acara olahraga. Sejak itu ia terus diterima sebagai salah satu acara olahraga dalam kebanyakan kejohanan yang diadakan di pelbagai peringkat di dunia. Peraturan dan teknik lompatan diperbaiki dari semasa ke semasa sehinggalah kepada bentuk lompatan yang ada seperti sekarang.
Walaupun lompat jauh merupakan acara yang paling mudah dipelajari berbanding acara-acara lompatan yang lain, tidak bermakna semua orang mampu melakukannya dengan baik. Teknik lompatan dan peaturannya perlu dipelajari dengan penuh minat. Ini kerana, sebagai satu acara sukan, ia juga tidak lari daripada risiko kecederaan.Teknik-teknik lompatan baru adalah diperkenalkan daripada kajian-kajian saintifik yang dilakukan keatasnya. Rekod lompatan terjauh, yang pada suatu masa dahulu diramalkan menjadi rekod paling lama, kini sudah pun diperbaiki.
Kejayaan Amerika Syarikat, Bob Beamon dengan lompatan sejauh 8.90 meter dalam Sukan Olimpik tahun 1968 di Mexico telah dipecahkan oleh seorang lagi peserta Amerika Syarikat, iaitu Mike Powell dengan lompatan sejauh 8.95meter. Ini menunjukkan bahawa, sebagai rekor tidak mungkin ia tidak dapat diperbaiki oleh peserta kemudiannya. Semua ini disebabkan adanya latihan, pembaharuan teknik dan keazaman yang tinggi daripada peserta itu sendiri.
b.      Lapangan Lompat Jauh
Lapangan lompat jauh terdiri dari zona awalan, balok tumpuan, dan bak lompat yang berisi pasir. Gambar lapangan lompat jauh dapat dilihat di bawah ini:

Keterangan:
-       Panjang lintasan (zona awalan) hingga papan tumpuan : 45 meter
-       Lebar lintasan (zona awalan) : 1,22 meter
-       Jarak papan tumpuan dengan bak lompat : 1 meter
-       Ukuran papan tumpuan yaitu: panjang 1,22 meter dan lebar 20 cm
-       Ukuran bak lompat yaitu: panjang 9 meter dan lebar 2,75 meter

c.       Teknik Dasar Lompat Jauh
Adapun teknik dasar lompat jauh adalah sebagai berikut:
1)  Teknik Awalan
2)  Teknik Tumpuan atau tolakan
3)  Teknik Melayang di udara
4)  Teknik Pendaratan.

Dalam melakukan lompat jauh, ada beberapa hal yang harus diutamakan dan diperhatikan, antara lain :
-              Peliharalah kecepatan lari sampai saat bertolak
-              Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dari balok tumpuan
-              Ubahlah sedikit posisi lari, bertujuan mencapai posisi lebih tegak
-              Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
-              Capailah jangkauan gerak yang baik
-              Gerakan akhir agar lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya tolakannya
-              Latihlah gerakan pendaratan
-              Kuasai gerakan yang benar dari gerakan lengan dan kaki dalam meluruskan dan membengkokkannya.
Sedangkan hal-hal yang harus dihindari dalam melakukan lompat jauh adalah sebagai berikut :
-              Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak
-              Bertolak dari tumit dan dengan kecepatan yang tak memadai
-              Badan miring jauh ke depan atau ke belakang
-              Gerak melayang yang tak seimbang
-              Gerak kaki yang prematur (mendahului gerakan seharusnya)
-              Kaki kurang diangkatkan pada saat mendarat
-              Salah satu kaki turun mendahului kaki yang lain saat mendarat.
Seorang atlet (pelompat jauh) dinyatakan gagal, apabila :
-              Saat menumpu, dia menyentuh tanah setelah garis batas tumpuan dengan bagian tubuh yang manapun, baik sewaktu melompat ataupun hanya berlari tanpa melompat
-              Bertumpu dari luar ujung balok tumpuan, baik sebelum atau pada perpanjangan garis batas tumpuan
-              Menyentuh tanah antara garis tumpuan dan tempat pendaratan
-              Melakukan gerakan semacam salto pada saat melakukan awalan ataupun saat melompat
-              Saat mendarat, menyentuh tanah di luar tempat pendaratan lebih dekat ke garis tumpuan dari pada bekas terdekat yang terjadi di pasir
-              Ketika meninggalkan tempat pendaratan, kontaknya yang pertama dengan tanah di luar tempat pendaratan lebih dekat ke garis tumpuan dari pada bekas terdekat pada pasir saat mendarat, termasuk setiap bekas di pasir yang terjadi saat badannya tidak seimbang waktu mendarat yang sepenuhnya terjadi di tempat pendaratan namun lebih dekat ke garis tumpuan dari pada bekas permulaan yang dibuatnya saat mendarat.

Lari Jarak Jauh
Lari jarak jauh adalah  lari dengan  jarak yang  jauh. Biasanya di atas 5000 m.  
Katakteristik yang  terdapat dalam  lari jarak jauh pada dasarnya hamper sama dengan  lari  jarak menengah,  yaitu pengaturan  tenaga, pengaturan pola nafas, dan daya  tahan yang  cukup  baik. Seorang pelari jarak  jauh, tidak dituntut untuk mempunyai  otot - otot  tubuh  yang menonjol. Ketika berlari jarak  jauh, usahakan ayunan  lengan dan gerakan kaki yang seringan - ringannya.  Makin  jauh jarak  lari yang ditempuh makin rendah lutut diangkat, dan langkah juga makin kecil. Hal  tersebut  dilakukan untuk menghemat  tenaga si pelari  tersebut. Kebanyakan pelari jarak jauh, mempunyai postur  tubuh kurus. Namun dengan  tubuh yang kurus tesebut seorang atlet harus memiliki daya tahan  tubuh yang cukup baik

Nomor-nomor lari jarak jauh:
Nomor 3000m,5000m, 10000m, marathon   42,195 m dan crost country.
lari jarak jauh dilakukan dalam lintasan stadion jarak 3000m, ke atas, 5000m, 10.000m, sedangkan marathon dan juga cross-country, harus dilakukan diluar stadion kecuali star dan finis, secara fisik dan mental merupakan keharusan bagi pelari jarak jauh. Ayunan lengan dan gerakan kaki dilakuakan seringan-ringannya. Makin jauh jarak lari yang ditempuh makin rendah lutut diangkat dan langkah juga makin kecil.

Teknik Dasar Lari Jarak Jauh
         Berlari  dengan  irama konstan dengan  langkah menghemat tenaga.
         Pertahankan agar posisi badan tetap  tegak.
         Mengayun  kedua  tangan dengan  rileks.
         Daya tahan umum dan daya tahan kecepatan.


Lari Jarak Pendek
Lari jarak pendek adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang harus ditempuh, atau sampai jarak yang telah ditentukan. Pelarinya bisa juga disebut dengan sprinter 

Nomor-Nomor lari ajarak pendek :
Yang termasuk lari jarak pendek adalah lari 60m, 80m, 100m, 200m, 400m, 100 m
gawang (untuk putri), 110 m gawang (untuk putra), dan 400 m gawang

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek
Teknik lari jarak pendek terbagi menjadi tiga, yaitu start jongkok, gerakan lari, dan teknik memasuki garis finish. 
1). Start jongkok 
Start jongkok yang digunakan oleh pelari jarak pendek, dapat dibedakan menjadi 3, yaitu: 
         Start jongkok pendek (bunch start) : jarak kaki saat jongkok 14-28 meter 
         Start jongkok menengah (medium start) : jarak kaki saat jongkok 35-42 meter 
         Start jongkok panjang (long start) : jarak kaki saat jongkok 50-70 meter 

Aba – aba start pada perlombaan lari sprint adalah sebagai berikut: 
• Bersedia 
Pelari menuju tempat start didepan blok start dengan melangkahkan mundur seperti merangkak, dengan meletakkan kaki pada blok start, yang disusul kaki belakang, kedua ujung kaki tetap menyentuh tanah, jari-jari tangan tepat di belakang garis start. Kedua lengan tetap dalam posisi lurus dengan sidikit melebar dari bahu. Bahu sedikit condong ke depan berat badan berada di tengah-tengah sehinggabadan dalam posisi seimbang. Punggung diangkat sedikit agak rata,otot leher dan rahang rileks, kepala bagian belakang segaris dengan punggung, pandanmgan ke bawah atau ke depan sekitar 1-2 meter dengan garis start dan konsentarsi dengan aba-aba selanjutnya. 
• Siap 
Angkat pinggul ke atas, dengan barat badan berada di kedua tangan dan pandangan ke bawah dengan mengikuti gerakan badan, kedua lengan dalam sikap lurus membentuk sudut 120 derajat. 
• Ya 
Tolakkan kaki pada blok start, ayunkan kedua lengan ke depan secara bergantian dan berlawanan dengan gerakan kaki (jika tangan kanan didepan maka kaki kanan dibelakang, begitu juga sebaliknya). 
2). Gerakan lari 
Gerakan sprint, dibagi menjadi 3 gerakan,. Yaitu: 
         Posisi tubuh pada saat lari . Posisi tubuh/badan condong ke depan secara wajar, serta otot sekitar leher dan rahang tetap rileks dengan kepala dan punggung dalam posisi segaris. Pada saat lari mulut tertutup dan rapat serta pandangan ke depan lintasan. 
         Ayunan kedua lengan .  Ayunan lengan dilakukan dari belakang ke depan secara berganti-ganti dengan siku sedikit dibengkokkan. 
         Gerakan langkah kaki . Langkah kaki panjang dan dilakukan secepat mungkin. Pendaratan kaki/tumpuan selalu pada ujung telapak kaki, sedangkan lutut sedikit dibengkokkan. 
3). Memasuki finish 
Memasuki garis finish merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mencapai sukses. Keterlambatan persekian detik memasuki garis finish sangatlah rugi. 
Teknik memasuki garis finish: 
• Membusungkan dada kedepan, saat menjelang garis finish. 
• Menjatuhkan salah satu bahu kedepanbawah, saat masih dalam posisi lari. 
Yang dilarang adalah: 
• Meloncat pada saat memasuki garis finish 
• Menarik/menggapai pita finish 
• Berhenti mendadak atau mengurangi kecepatan digaris finish. 
Dari ketiga teknik dalam lari sprint tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 
• Konsentrasilah pada saat start dan lari 
• Pertahankan lari dari mulai start sampai garis finish 
• 30 meter menjelang finish lari harus dipercepat 
• Sikap lari tetap pada jalur lurus 
• Badan tidak oleng ke kiri maupun kanan.